Materi Kulaiah

Oleh: Anna eka ambarwati

A.KESPRO

PMS (Penyakit Menular Seksual)

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PENYAKIT KELAMIN).

Adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Akan beresiko tinggi apabila dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Baik laki-laki maupun perempuan bisa beresiko tertular penyakit kelamin. Perempuan beresiko lebih besar tertular karena bentuk alat reproduksinya lebih rentan terhadap PMS. Sayangnya, 50% dari perempuan yang tertular PMS tidak tahu bahwa ia sudah tertular. PMS tidak dapat dicegah hanya dengan :

  1. Membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual.
  2. Minum jamu tradisional.
  3. Minum obat antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seksual.

PMS yang umum terdapat di Indonesia adalah :

  1. Gonorrea.
  2. Clamidia.
  3. Sifilis.
  4. Herpes genital.
  5. Trikonomiasis.
  6. Ulkul mole (chancroid).
  7. Kutil kelamin.
  8. HIV-AIDS.

GONORREA (GO)

Kuman penyebabnya : Neisseria gonnorrhoeae.

Masa inkubasi atau penyebaran kuman : 2 – 10 hari setelah hubungan seks.

Tanda-tanda : nyeri pada saat kencing, merah, bengkak dan bernanah pada alat kelamin.

Komplikasi yang timbul : infeksi radang panggunl, mandul, menimbulkan kebutaan pada bayi yang dilahirkan.

Pemeriksaan : pewarnaan gram dan biakan agar.

SIFILIS (RAJA SINGA)

Kuman penyebab : Trepanema palidum.

Masa inkubasi : tanpa gejala berlangsung 3 – 13 minggu, lalu timbul benjolan sekitar alat kelamin, disertai pusing, nyeri tulang, akan hilang sementara. 6 – 12 minggu setelah hubungan seks muncul bercak merah pada tubuh yang dapat hilang sendiri tanpa disadari. 5 – 10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung.

Komplikasi pada wanita hamil : dapat melahirkan dengan kecacatan fisik seperti kerusakan kulit, limpa, hati dan keterbelakangan mental.

Pemeriksaan : tes laboratorium untuk mendeteksi RPR (Rapid Plasma Reagent) dan TPHA (Trepanema Palidum Hemagglutination Assay).

TRIKONOMIASIS

Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis.

Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain : Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk; Sekitar kemaluan bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman.

Komplikasi yang bisa terjadi : lecet sekitar kemaluan, bayi lahir prematur, memudahkan penularan infeksi HIV.

Tes laboratorium untuk mendeteksi sediaan basah KOH.

ULKUS MOLE (Chancroid)

Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi.

Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain : Luka lebih dari diameter 2 cm, cekung, pinggirnya tidak teratur, keluar nanah dan rasa nyeri; Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin. Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri.

Komplikasi yang mungkin terjadi : kematian janin pada ibu hamil yang tertular, memudahkan penularan infeksi HIV.

Tes laboratorium untuk mendeteksinya dengan pewarnaag Gram dan Biakan agar selama seminggu.

KLAMIDIA

Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri.

Gejala yang ditimbulkan : Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan; Nyeri di rongga panggul; Perdarahan setelah hubungan seksual.

Komplikasi yang mungkin terjadi : Biasanya menyertai gonore; Penyakit radang panggul; Kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian; Infeksi mata pada bayi baru lahir; Memudahkan penularan infeksi HIV.

Tes laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi adalah Elisa, Rapid Test dan Giemsa.

KUTIL KELAMIN

Disebabkan oleh Human Papiloma Virus.

Gejala yang ditimbulkan : tonjolan kulit seperti kutil besar disekitar alat kelamin (seperti jengger ayam).

Komplikasi yang mungkin terjadi : kutil dapat membesar seperti tumor; bisa berubah menjadi kanker mulut rahim; meningkatkan resiko tertular HIV-AIDS.

Tidak perlu mendeteksi laboratorium karena langsung dapat terlihat oleh mata biasa.


HIV-AIDS

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih manusia yang merupakan bagian paling penting dalam system kekebalan tubuh.

AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome adalah kumpulan gejala-gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Seseorang yang terinfeksi HIV secara fisik tidak ada bedanya dengan orang yang tidak terinfeksi. Hampir tidak ada gejala yang muncul pada awal terinfeksi HIV. Tetapi ketika berkembang menjadi AIDS, maka orang tersebut perlahan-lahan akan kehilangan kekebalan tubuhnya sehingga mudah terserang penyakit dan tubuh akan melemah.

Obat-obatan yang ada pada saat ini, belum mampu untuk menjanjikan suatu kesembuhan yang pasti.

Tes HIV (ELISA dua kali) perlu disertai konseling sebelum dan sesudah tes dilakukan.

Setiap orang beresiko tertular HIV-AIDS, baik tua maupun muda, kaya atau miskin, heteroseksual maupun homoseksual, terkenal maupun tidak terkenal. Resiko tertular HIV tidak berkaitan dengan siapa kita, tetapi apa yang kita lakukan.

HAMIL DILUAR KANDUNGAN

Hamil di luar kandungan (ektopik) terjadi jika hasil pembuahan menanamkan diri di tempat yang tidak biasanya. Tempat penanaman normal adalah di rongga rahim. Selain dari tempat ini disebut hamil ektopik. Hampir sebagian besar kasus hamil ektopik terjadi di saluran telur (tuba), sehingga dinamakan kehamilan tuba.

Saluran tuba tidak dirancang untuk menahan embryo yang tumbuh, sehingga jika ditemukan kehamilan ektopik maka harus segera diobati. Jika hamil ektopik ini mengalami pecah dan berdarah maka hal ini disebut kehamilan ektopik terganggu (KET). Yang terakhir selalu membutuhkan tindakan operasi.

Kehamilan ektopik (KE) dapat disebabkan oleh:

  • Infeksi atau peradangan inflamasi saluran tuba sehingga menyebabkan sumbatan sebagian atau permukaannya tidak mulus bagi lewatnya sel telur/hasil pembuahan.
  • Jaringan parut akibat infeksi sebelumnya.
  • Adanya riwayat pembedahan panggul sehingga terjadi perlengketan tuba.
  • Bentuk tuba yang tidak normal akibat bawaan lahir.

Berikut ini adalah kondisi yang akan meningkatkan risiko KE:

Usia antara 35-44 tahun
Riwayat KE sebelumnya
Riwayat pembedahan panggul atau perut
Ada infeksi rongga panggul (PID)
Abortus buatan (provokatus)sebelumnya
Hamil setelah ligasi tuba atau hamil dengan IUD

Pasien yang mengalami KE baru akan merasakan gejala setelah hamilnya pecah alias KET:

Nyeri di seluruh perut akibat adanya darah dalam rongga abdomen. Nyeri bisa dirasakan sampai leher dan bahu.
Perdarahan per-vagina bisa dikit atau banyak.
Gejala2 saluran pencernaan seperti mula muntah.
Lemah, pusing bahkan sampai pingsan.

Pasien dicurigai KET jika didapatkan hami muda dengan nyeri perut. Namun kondisi ini bisa mirip dengan keguguran (abortus).

Pemeriksaan yang dapat dilakukan selain pemeriksaan fislk adalah:
Pemeriksaan kadar hormon HcG, didapatkan lebih rendah dari usia kehamilan.
Kuldosentesis, yaitu dilakukan penusukan dengan jarum pada puncak vagina bagian belakang untuk mendeteksi adanya darah.
Dan tentu saja pemeriksaan dengan USG.

Jika KE ditemukan dalam pemeriksaan rutin (masih KE) maka diberikan Methotrexate (MTX) agar kehamilannya rusak dan diserap oleh tubuh dan tidak merusak tuba.
Jika sudash terjadi KET maka jalan satu2nya adalh dengan tindakan operasi emergensi. Operasi bisa dengan laparotomi (emembuka perut) atau dengan Laparoskopi saja tergantung sarana atau tenaga yang ada.

Matkul: ASKEB

Bentuk Panggul

Bentuk panggul / pelvis di bagi menjadi 4 berdasarkan klasifikasi Caldwell- Moloy tahun 1933. . Bentuk panggul yang umum pada wanita adalah jenis gynecoid (gyne = wanita). Panggul wanita sesungguhnya terbentuk dari beberapa tulang. Tulang2 tersebut adalah tulang ilium, tulang iskium, tulang ekor dan tulang kemaluan. Ukuran dan bentuk tulang ini memiliki efek yang dahsyat terhadap bentuk “body” wanita.

Bentuk Gynecoid ditemukan pada sekitar 50% wanita (di Amerika). Bentuk ini merupakan bentuk klasik panggul wanita. Ukuran muka belakang sedikit lebih kecil dibandingkan ukuran kiri-kanan (melintang). Wanita dengan jenis panggul ini body-nya akan

Panggul Android bentuknya lebih segitiga, bentuk ini merupakan bentuk panggul laki2 pada umumnya. Wanita dengan bentuk panggul ini akan mengalami kesulitan untuk melahirkan bayi dengan ukuran yang agak besar. Ditemukan pada sekitar 20% wanita. Bentuk body seperti ini gampangnya sering kita temukan pada model2

Panggul Anthropoid, seperti panggul gynecoid tetapi ukuran melintangnya lebih kecil.

Panggul Platypoid bentuknya gepeng. Mirip juga seperti gynecoid tapi gepeng (flattened gynecoid). Hanya sekitar 3% wanita yang memiliki bentuk panggul seperti ini.

Untuk dapat mengetahui bentuk panggul seperti ini dilakukan pemeriksaan yang namanya Pelvimetri baik secara klinis (pemeriksaan dalam dan jangka alat ukur) atau pun dengan mempergunakan rontgen.

Oleh: Anna eka ambarwati

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan

Ada tiga faktor yang mempengaruhi kehamilan, yaitu faktor fisik, faktor psikologis dan faktor sosial budaya dan ekonomi.

Faktor fisik seorang ibu hamil dipengaruhi oleh status kesehatan dan status gizi ibu tersebut. Status kesehatan dapat diketahui dengan memeriksakan diri dan kehamilannya ke pelayanan kesehatan terdekat, puskesmas, rumah bersalin, atau poliklinik kebidanan.  Adapun tujuan dari pemeriksaan kehamilan yang disebut dengan Ante Natal Care (ANC) tersebut adalah :

  • Memantau kemajuan kehamilan. Dengan demikian kesehatan ibu dan janin pun dapat dipastikan keadaannya.
  • Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu, karena dalam melakukan pemeriksaan kehamilan, petugas kesehatan (bidan atau dokter) akan selalu memberikan saran dan informasi yang sangat berguna bagi ibu dan janinnya
  • Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan dengan melakukan pemeriksaan pada ibu hamil dan janinnya
  • Mempersiapkan ibu agar dapat melahirkan dengan selamat. Dengan mengenali kelainan secara dini, memberikan informasi yang tepat tentang kehamilan dan persalinan pada ibu hamil, maka persalinan diharapkan dapat berjalan dengan lancar, seperti yang diharapkan semua pihak
  • Mempersiapkan agar masa nifas berjalan normal. Jika kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan lancar, maka diharapkan masa nifas pun dapar berjalan dengan lancar
  • Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima bayi. Bahwa salah satu faktor kesiapan dalam menerima bayi adalah jika ibu dalam keadaan sehat setelah melahirkan tanpa kekurangan suatu apa pun

Karena manfaat memeriksakan kehamilan sangat besar, maka dianjurkan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Selain itu status gizi ibu hamil juga merupakan hal yang sangat berpengaruh selama masa kehamilan. Kekurangan gizi tentu saja akan menyebabkan akibat yang buruk bagi si ibu dan janinnya. Ibu dapat menderita anemia, sehingga suplai darah yang mengantarkan oksigen dan makanan pada janinnya akan terhambat, sehingga janin akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Di lain pihak kelebihan gizi pun ternyata dapat berdampak yang tidak baik juga terhadap ibu dan janin. Janin akan tumbuh besar melebihi berat normal, sehingga ibu akan kesulitan saat proses persalinan.

Yang harus diperhatikan adalah ibu hamil harus banyak mengkonsumsi makanan kaya serat, protein (tidak harus selalu protein hewani seperti daging atau ikan, protein nabati seperti tahu, tempe sangat baik untuk dikonsumsi) banyak minum air putih dan mengurangi garam atau makanan yang terlalu asin.

Faktor Psikologis yang turut mempengaruhi kehamilan biasanya terdiri dari :

Stressor. Stress yang terjadi pada ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Janin dapat mengalami keterhambatan perkembangan atau gangguan emosi saat lahir nanti jika stress pada ibu tidak tertangani dengan baik.

Dukungan keluarga juga merupakan andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal, maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan, persalinan dan masa nifas.

Yang terakhir adalah Faktor lingkungan sosial, budaya dan ekonomi. Faktor ini mempengaruhi kehamilan dari segi gaya hidup, adat istiadat, fasilitas kesehatan dan tentu saja ekonomi. Gaya hidup sehat adalah gaya hidup yang digunakan ibu hamil. Seorang ibu hamil sebaiknya tidak merokok, bahkan kalau perlu selalu menghindari asap rokok, kapan dan dimana pun ia berada. Perilaku makan juga harus diperhatikan, terutama yang berhubungan dengan adat istiadat. Jika ada makanan yang dipantang adat padahal baik untuk gizi ibu hamil, maka sebaiknya tetap dikonsumsi. Demikian juga sebaliknya. Yang tak kalah penting adalah personal hygiene. Ibu hamil harus selalu menjaga kebersihan dirinya, mengganti pakaian dalamnya setiap kali terasa lembab, menggunakan bra yang menunjang payudara, dan pakaian yang menyerap keringat.

Ekonomi juga selalu menjadi faktor penentu dalam proses kehamilan yang sehat. Keluarga dengan ekonomi yang cukup dapat memeriksakan kehamilannya secara rutin, merencanakan persalinan di tenaga kesehatan dan melakukan persiapan lainnya dengan baik. Namun dengan adanya perencanaan yang baik sejak awal, membuat tabungan bersalin, maka kehamilan dan proses persalinan dapat berjalan dengan baik.

Yang patut diperhatikan adalah bahwa kehamilan bukanlah suatu keadaan patologis yang berbahaya. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang akan dialami oleh wanita usia subur yang telah berhubungan seksual. Dengan demikian kehamilan harus disambut dan dipersiapkan sedemikian rupa agar dapat dilalui dengan aman.

Kehamilan

Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap wanita yang memiliki organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria sangat besar kemungkinan akan mengalami kehamilan (Mandriwati, 2008).

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan Janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba, 1998). Lamanya kehamilan dari ovolasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu) (Prawirohardjo, 2007).

Kehamilan berarti mulainya kehidupan berdua dimana ibu mempunyai

tugas penting untuk memelihara janinnya sampai cukup bulan dan menghadapi proses persalinan (Manuaba, 1999)

Perubahan-perubahan fisiologis pada ibu hamil selama kehamilan

Kehamilan merupakan suatu saat yang menyenangkan dan dinantikan, tetapi dapat menimbulkan kegelisahan dan keprihatinan karena kehamilan akan mengakibatkan seluruh sistem tubuh yang cukup mendasar. Tentunya perubahan ini akan menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Setelah janin lahir perubahan-perubahan akan kembali seperti keadaan semula. Pada dasarnya perubahan sistem tubuh wanita hamil terjadi karena pengaruh berbagai hormon (Prawirohadjo, 1999).

Berikut ini diuraikan beberapa perubahan yang dialami ibu selama kehamilannya adalah :

  1. Mual dan muntah

Mual dan muntah adalah tanda kehamilan yang biasanya muncul pada trimester pertama dan biasanya terjadi pada pagi hari. Mual dan muntah sering muncul bila mencium bau tertentu, misalnya : bau makanan, bau wewangian, dll. Cara mengatasinya adalah makan dalam jumlah sedikit tapi sering, hindari makanan yang berbumbu, tidak merokok, bangun pagi makan biskuit (Salmah, 2006).

  1. Perubahan pada payudara

Perubahan pada payudara yang membawa pada fungsi laktasi yaitu meningkatkanya berat payudara hingga mencapai 500 gram untuk masing-masing payudara, vena permukaan akan terlihat, puting susu tampak lebih besar lebih tegak dan lebih gelap warnanya, areola menjadi lebih gelap. Peningkatan sensivitas dan rasa geli mungkin dialami. Yang harus dilakukan adalah memakai bra yang menyokong payudara, bersihkan payudara dengan air hangat, rawat puting dengan membersihkannya dari kerak kolostrum (Helen, 2001).

  1. Sering buang air kecil

Dengan pembesaran yang terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, uterus akan menekan kandung kemih. Setelah usia kehamilan 3 bulan, uterus keluar dari dalam rongga panggul dan fungsi kandung kemih kembali normal. Pada kehamilan menjelang aterm keinginan sering buang timbul kembali karena bayi akan masuk ke dalam rongga panggul. Cara mengatasinya adalah upayakan kencing teratur, kurangi minum sebelum tidur malam, hindari minuman yang mengandung kafein (Helen, 2001).

  1. Keputihan

Keputihan adalah cairan vagina yang agak kental biasanya berwarna jernih. Ini terjadi karena serviks terangsang oleh hormon sehingga menebal, hiperaktif dan mengeluarkan banyak lendir. Keputihan sulit dicegah, biarkan pakai pembalut, jaga kebersihan vulva, sering ganti pakaian dalam. Dan bila berbau, warna berubah, segera periksa. (Salmah, 2006).

  1. Perubahan pada kulit

Pada kulit terjadi perubahan pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh hormon pigmentasi yang lebih gelap biasanya terjadi pada puting, areola mammae, wajah (Cloasma gravidarum), garis tengah abdomen (linea nigra), dan streach mark terjadi akibat peregangan kulit yang berlebihan. Pigmentasi biasanya berkurang setelah melahirkan, tetapi puting wanita multipara akan tetap berwarna coklat (Helen, 2001).

  1. Edema pada kaki

Pertumbuhan janin akan meningkatkan tekanan pada daerah kaki dan pergelangan kaki, disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan retensi cairan (Suririnah, 2006).

Edema biasa akan timbul bila berdiri dan duduk lama,postur tubuh jelek, tidak latihan fisik,baju ketat. Cara mengatasinya asupan cairan dibatasi hingga berkemih secukupnya saja, bila istirahat posisi kaki lebih tinggi dari kepala (Salmah, 2006).

  1. Perubahan berat badan

Peningkatan berat badan ibu selama kehamilan menandakan adaptasi ibu terhadap pertumbuhan janin. Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan antara lain adanya edema, proses metabolisme, pola makan, muntah dan merokok. Penambahan total rata-rata berat badan normal berkisar antara 11-12 kilogram (Salmah, 2006).

  1. Sakit di perut bagian bawah

Pada kehamilan 18-24 minggu ibu hamil akan merasakan nyeri di perut bagian bawah yang seperti ditusuk atau seperti tertarik di dua sisi. Hal ini terjadi karena peregangan ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin membesar. Biasanya nyeri hanya sebentar dan tidak menetap, dapat diatasi dengan duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman (Marshall, 2000).

  1. Sakit pada punggung

Berat uterus dan isinya menyebabkan perubahan pada lekungan tulang. Karena meningkatkan beban berat yang ibu bawa maka mengakibatkan bagian punggung terasa sakit. Untuk itu hindari mengangkat benda yang berat, pakailah sepatu tumit yang rendah, berdiri dan berjalan dengan punggung dan bahu yang tegak. (Suririnah, 2006).

10. Perasaan terbakar pada dada

Persaan ini timbul pada ibu hamil trimester kedua, hali ini dikarenakan hormon progesteron meningkat yang menyebabkan relaksi dari otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan (Suririnah, 2006). Perasaan ini dapat dihindari dengan tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung gas, dan berlemak, minum teh herbal, kalau perlu beri antasida diantara waktu makan (Salmah, 2006).

11. Rasa kwatir dan cemas

Ini disebabkan karna penyesuaian hormonal dan juga rasa tanggung jawab baru sebagai seorang calon ibu. Untuk itu cobalah untuk mencari waktu untuk diri sendiri, relaksi, masase perut, minum susu hangat (salmah, 2006).

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Oleh: Anna eka ambarwati

Materi ASKEB

Ketidak Nyamanan Saat Hamil

Perubahan Kulit Saat Hamil

Saat hamil kita akan menemukan banyak perubahan-perubahan pada kulit wanita. Yang paling mudah dan gampang dilihat adalah adanya garis2 pink, merah, atau kehitaman pada dinding perut yang dinamakan Stretch Mark. Tidak semua wanita hamil mengalami perubahan yang sama. Berikut ini merupakan perubahan2 kulit yang sering ditemukan saat hamil.

Stretch marks merupakan perubahan kulit yang paling TOP dibicarakan. Hampir 90% wanita hamil akan mengalaminya. Pada wanita berkulit putih warnanya pink atau kemerahan, sedangkan yang kulitnya gelap akan berwarna coklat atau kehitaman> Terdapat pada perut dan atau payudara.
Olah raga dan memakai losion yang mengandung vitamin E dan Asam alfa hidroksi dikatakan bisa membantu mencegah stretch marks. Cara2 ini memang belum sepenuhnya terbukti secara medis, namun tidak salahnya untuk dicoba. Stretch marks akan berkurang intensitasnya setelah bayi lahir, dan sayangnya tidak bisa hilang total (jadi kenang2an hamil, wanita yang pernah melahirkan gak bisa ngaku gadis lagi he he he).

Topeng” Hamil
Merupakan perubahan warna kulit di sekitar wajah yang seolah2 membentuk topeng, dikenal dengan istilah medisnya chloasma atau melasma. Timbulnya sering di sekitar dahi dan pipi. Proses ini akibat peningkatan pigmentasi (pewarnaan) pada kulit yang disebabkan aktifitas hormon kehamilan. Sekitar 50% wanita hamil akan mengalaminya.
Untuk mencegah/mengurangi timbulnya dianjurkan untuk memakai tabir surya (sunscreen)jika akan bepergian keluar rumah. Memakai topi yang melindungi muka juga dianjurkan. Pada kulit yang sensitif, topeng ini bisa semakin jelas.

Wajah berseri-seri/semakin bersih.
Saat hamil tubuh menghasilkan 50% lebih banyak darah yang notabene juga akan meningkatkan darah yang beredar. peredaran darah yang meningkat ini akan menyebabkan kulit wajah menjadi lebih terang (berseri). Disamping itu juga, sejumlah hormon dihasilkan mengakibatkan kelenjar di muka menghasilkan lemak lebih banyak yang mengakibatkan wajah jadi berkilat.
Untuk minyak di wajah tentu saja bisa dibersihkan dengan pembersih wajah. Sisanya/selebihnya jangan lakukan apapun selain: smile! smile! and smile!…

MAKANYA IBU HAMIL TU JANGAN CEMBERUT, COZ BANYAK CENYUM ITU LEBIH BAEK

Banyak Jerawat
Jika sebelum hamil jerawat sudah ada, maka saat hamil jerawat akan semakin subur. Hormon kehamilan akan menyebabkan kelenjar kulit memproduksi lebih banyak minyak, yang akan membuat jerawat membesar. Lakukan pembersihan secara teratur, dengan sabun pembersih wajah. pagi dan sore hari. Jauhi obat2 jerawat yang tidak direkomendasikan buat wanita hamil.

Varises
Varises adalah penonjolan pembuluh darah vena yang biasanya muncul pada kaki saat hamil. Ini terjadi karena tubuh wanita hamil harus mengkompensasi darah ekstra. Varises bisa berasa tidak nyaman dan kadang-kadang nyeri. Untungnya ada langkah-langkah pencegahannya yaitu: hindari berdiri dalam waktu yang lama, berjalan sebanyak mungkin agar darah segera kembali ke jantung, tinggikan/naikkan kaki saat duduk, hindari duduk yang lama, memakai kaus kai khusus (supporting stocking), konsumsi vit C dengan cukup (membuat pembuluh vena sehat dan elastis), dan hindari penambahan berat badan yang berlebihan.

Spider nevi
(= tahi lalat laba2), adalah pembuluh darah kecil yang bercabang-cabang ke arah radier. Biasanya muncul di sekitar leher, wajah, dada bagian atas dan lengan. Tidak menimbulkan nyeri dan segera hilang setelah melahirkan.
Tingkatkan konsumsi vitamin C dan jangan menyilang kaki bisa mencegah timbulnya spider nevi. Jika tidak berkurang setelah hamil, dapat dihilangkan dengan terapi laser.

Linea Nigra
Linea nigra adalah garis hitam di bagian tengah perut di bagian bawah pusar sampai ke daerah kemaluan bagian atas. Penyebabnya diduga pengaruh hormon kehamilan. Mulai tampak jelas pada usia kehamilan 4 atau 5 minggu. Tidak bisa dicegah atau dikurangi. Akan mengabur setelah kelahiran.

Menghitamnya beberapa area seperti tahi lalat, area puting susu serta daerah bibir kemaluan sering ditemukan. Juga akibat pengaruh hormon kehamilan. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Nyeri Sekitar Pinggang Saat Hamil

Selama kehamilan tubuh memproduksi hormon yang disebut relaksin, yang berfungsi untuk melembutkan ligamen (keras dan merupakan jaringan yang menghubungkan tulang yang ada di panggul dan sendi lain), sehingga saat persalinan panggul menjadi fleksibel dan bayi bisa melaluinya dengan aman. Namun sebaliknya karena sifatnya melembutkan tersebut ditambah banyaknya tekanan pada sendi maka akan menimbulkan nyeri pada tulang-tulang panggul dan pubis (tulang kemaluan).

Saat berbaring, berdiri atau berjalan, panggul berada dalam kondisi dan posisi yang stabil. Wanita hamil yang menderita nyeri panggul diduga melakukan semua kegiatan-kegiatan ini dengan kurang stabil. Sehingga menimbulkan nyeri dan bahkan pembengkakan.

Sakit di bagian belakang panggul dikenal sebagai PGP (Pelvis Girdle Pain). Sedangkan jika rasa sakitnya di sekitar tulang kemaluan dikenal dengan istilah SPD (=Simfisis pubis dysfunction).

Nyeri pada PGP sering hanya pada satu sisi saja. Dan bisa saja nyerinya berpindah ke sisi satunya dan disertai dengan nyeri punggung atau nyeri di bagian depan panggul.

Nyeri ini bisa menjalar ke arah bokong serta bagian belakang kaki serta pinggul. Satu atau kedua kaki bisa terasa lemah dan mungkin kakai tidak dapat diangkat, terutama ketika berbaring.

Nyeri ini biasanya di perparah oleh posisi berbaring telentang, berubah2 posisi di tempat tidur, berjalan dan berdiri. Sering bertambah nyerinya pada malam hari dan intensitasnya berbanding lurus dengan banyaknya aktifitas di siang hari. PGP mulai bisa terjadi pada awal trimester pertama atau beberapa hari terakhir menjelang melahirkan dan bisa berulang pada kehamilan berikutnya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Oleh: Anna eka ambarwati

ASKEB

Posisi Melahirkan /Posisi Dalam Persalinan

Posisi dalam persalinan dan kelahiran sangat penting,karena akan membantu menjadi lebih nyaman selama proses persalinan. Beberapa posisi juga akan membantu mempercepat proses persalinan. Banyak dari posisi ini dapat dilakukan dengan atau tanpa bantuan pasangan, suami, doula atau perawat. Dengan mengenal dan melatihnya sebelum persalinan akan membuat posisi2 ini lebih familier serta lebih nyaman dalam persalinan.

Tidak ada posisi yang sempurna untuk persalinan, tetapi sering perubahan posisi selama persalinan dapat membantu menajdi rileks dan tetap dapat mengendalikan rasa sakit. Cobalah berbagai posisi sampai menemukan satu yang membuat ibu merasa paling nyaman.

Secara umum ada 5 posisi utama dalam persalinan yang bisa di pilih:

  1. Posisi berdiri/tegak
  2. Posisi duduk
  3. Posisi Merangkak
  4. Posisi Jongkok
  5. Posisi berbaring miring

1. Posisi berdiri tegak
a. Berjalan
Berjalan dalam persalinan adalah cara yang hebat untuk membantu persalinan berjalan lancar/cepat dan nyaman. Cara ini juga merupakan cara yang bagus untuk menghabiskan waktu pada awal proses persalinan. Tidak peduli di mana tempatnya, bahkan jika itu hanya lorong-lorong rumah sakit/ruangan di klinik, berjalan dapat membantu pinggul bergerak lebih bebas dan membantu gravitasi membantu bayi bergerak turun ke panggul.

b. Slow Dance/Swaying
Posisi ini bisa sangat emosional bagi sang ibu. Hal ini biasanya dilakukan, dengan cara goyang berirama bolak-balik, dengan atau tanpa musik, ibu meletakkan tangannya di leher dan bahu suami/pasangan. Pasangan melakukan pijatan tertentu atau hanya merangkulkan lengan di sekitar perut ibu. Ibu juga bisa menyandarkan kepalanya di bahu pasangan.

2. Posisi Duduk
Duduk di kursi merupakan posisi yang bagus untuk persalinan. Hal ini memungkinkan graravitasi untuk membantu dalam penurunan bagian terbawah janin. Juga membantu meningkatkan relaksasi, dan memungkinkan untuk beristirahat. Dapat dipergunakan berbagai jenis kursi, dari kursi dapur sampai kursi goyang ataupun kursi yang tersedia di klinik/RS.

a. Duduk posisi biasa (bisa sambil bergoyang kiri-kanan)

b. Duduk membelakangi kursi

c. Semi duduk

d. Duduk bersila di lantai

e. Duduk dengan satu kaki di angkat

f. Meletakkan Satu kiki di kursi

g. Duduk di atas bola (seperti yang ada di Video di bawah)

3. POSISI MERANGKAK
Posis Tangan dan lutut (merangkak) juga merupakan posisi netral gravitasi. Posisi ini bagus untuk membantu mendapatkan istirahat dari intensitas kontraksi. JUga befungsi untuk merubah posisi bayi dari posisi belakang menajadi depan. Posisi ini juga bisa dipakai saat persalinan.

Variasi posisi ini adalah dengan duduk berlutut bagian depan ditahan dengan tempat tidur yang direndahkan atau dengan bola seperti gambar :

4. POSISI JONGKOK
Berjongkok adalah cara yang bagus untuk meningkatkan diameter dasar panggul ibu. Posisi ini tidak boleh digunakan sampai bayi masuk ke dalam panggul. Posisi ini bagus untuk membantu mendorong turunnya bayi lebih lanjut ke panggul. Ini juga merupakan posisi yang sangat bagus untuk melahirkan.

Posisi berjongkok membantu melindungi kerampang perineum agar tidak robek atau untuk menghindarkan tindakan episiotomi selama kelahiran. Secara canda2 posisi ini sering disebut posisi “forsep” karena kemampuannya untuk mempercepat proses persalinan.

Variasi lain dari posisi berjongkok adalah dengan memegang kursi seperti gambar di bawah ini:

5. POSISI TIDUR MIRING
Posisi berbaring miring juga posisi gravitasi yang netral, yang berarti bahwa tidak ada keuntungan dari gravitasi di posisi ini. Ini adalah posisi yang bagus untuk memperlambat persalinan atau kelahiran. Juga dapat digunakan untuk mengurangi tekanan pada kerampang saat kelahiran. Jika mempergunakan anestesia untuk persalinan seperti anestesi epidural atau yang lainnya dipakai posisi ini.
Semua posisi diatas tentunya bisa di support oleh pasangan dengan melakukan pijatan2 pada daerah pinggang/punggung ibu.
Sumber : Berbagai Sumber

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Perdarahan Implantasi

Setelah konsepsi terjadi, maka sel telur yang sudah dibuahi akan bergerak ke arah rahim serta menanamkan diri di lapisan dalam rahim (endometrium). Pada sebagian wanita penanaman ini menimbulkan bercak darah (spotting). Darah ini kadang-kadang membuat bingung dengan menstruasi.

Pada umumnya darah implantasi ini berupa bercak merah terang atau kecoklatan. Tidak seperti menstruasi bercak ini cendrung hanya muncul 1-3 hari dan bersifat intermiten.
Sering terjadi sebelum periode menstruasi berikutnya, biasnya sekitar 6 – 12 hari setelah ovulasi.

Berbeda dengan pandangan umum, tidak semua wanita mengalamiperdarahan implantasi. Kenyataanya hanya sepertiga wanita mengalami fenomena ini. Namun demikian karena kemiripannya dengan perdarahan awal menstruasi bisa saja membuat bingung.

Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal seperti berikut

Tampilannya – Perdarahan implantasi cendrung berwarna merah muda atau coklat muda, sedangkan darah haid biasanya berwarna merah gelap.

Waktu – Jika wanita mengalami pembuahan maka perdarahan implantasi perdarahan sebelum haid sekitar 9 hari setelah ovulasi.

Durasi – Perdarahan implantasi cendrung berakhir dalam 1 sampai 2 hari serta bersifat intermitten (terputus-putus).

Heaviness – Unlike the progressively heavy flow of a menstrual period, implantation bleeding tends only to occur as light spotting or coloured discharge.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: