ANNA EKA AMBARWATI

TUGAS MULOK KOMPUTER

“SUPORT KELUARGA”

DISUSUN OLEH :

ANNA EKA AMBARWATI

AKBID MITRA HUSADA KARANGANYAR

TAHUN PELAJARAN 20009/2010

LATAR BELAKANG MASALAH

Kehamilan pertama bagi seorang wanita merupakan salah satu periode krisis dalam   kehidupannya.   Pengalaman   baru   ini   memberikan   perasaan   yang   bercampur baur, antara bahagia dan penuh harapan dengan kekhawatiran tentang apa yang akan dialaminya      semasa    kehamilan.     Kecemasan      tersebut   dapat    muncul    karena    masa panjang saat menanti kelahiran penuh ketidakpastian, selain itu bayangan tentang hal- hal   yang   menakutkan   saat   proses   persalinan   walaupun   apa       yang   dibayangkannya belum   tentu   terjadi.  Situasi   ini   menimbulkan   perubahan   drastis,   bukan   hanya   fisik tetapi juga psikologis (Kartono, 1992).

Taylor     (1995)    mengatakan      bahwa    kecemasan      ialah   suatu   pengalaman subjektif   mengenai   ketegangan   mental   yang   menggelisahkan   sebagai   reaksi   umum dan  ketidakmampuan   menghadapi   masalah   atau   adanya   rasa   aman.   Perasaan   yantidak menyenangkan       ini  umumnya      menimbulkan       gejala-gejala    fisiologis  (seperti gemetar,  berkeringat,    detak   jantung    meningkat,    dan   lain-lain)   dan   gejala-gejala psikologis     (seperti    panik,   tegang,    bingung,     tak   dapat    berkonsentrasi,       dan sebagainya). kecemasan   yang   dialami   wanita selama     kehamilan      itu  akan   semakin     intensif   pada   saat  minggu-minggu  terakhir menjelang   persalinan.

Dengan   makin   tuanya   kehamilan,   maka   perhatian dan pikiran   ibu   hamil mulai     tertuju  pada    sesuatu   yang    dianggap     klimaks,   sehingga     kegelisahan dan ketakutan   yang   dialami   ibu   hamil   akan   semakin   intensif   saat   menjelang   persalinan (Kartono, 1992). Rasa takut menjelang persalinan menduduki peringkat teratas yang paling sering dialami ibu selama hamil (Lestaringsih, 2006).

Dukungan sosial mempengaruhi kesehatan dengan cara melindungi individu dari efek negatif    stress. Perlindungan      ini  akan   efektif   hanya   ketika   individu    menghadapi stressor   yang   berat.  Dukungan   keluarga   terutama   dukungan   yang   didapatkan   dari suami     akan   meimbulkan      ketenangan     batin  dan   perasaan   senang   dalam     diri  isteri

dukungan     keluarga    yang   diberikan    kepada wanita   hamil   dapat   menumbuhkan   perasaan   tenang,   aman,   dan   nyaman   sehingga dapat mempengaruhi kecemasan ibu hamil.

Dukungan Keluarga

Dukungan keluarga adalah bantuan yang bermanfaat secara emosional dan memberikan   pengaruh   positif   yang   berupa   informasi,   bantuan   instrumental,  emosi, maupun   penilaian      yang   diberikan   oleh   anggota   keluarga    yang   terdiri  dari   suami, orang tua, maupun saudara lainnya terhadap wanita hamil yang akan melahirkan anak pertamanya   pada   masa   triwulan   ketiga   untuk   meningkatkan   kesejahteraan   fisik   dan psikisnya. Dukungan keluarga diukur dengan menggunakan skala dukungan keluarga yang   disusun   oleh   peneliti   berdasarkan   aspek   penilaian,   aspek   instrumental,   aspekinformasi,     dan  aspek   emosional.     Semakin    tinggi   skor  pada   skala   tersebut   maka semakin      tinggi   dukungan     keluarga    yang    diterima   oleh   ibu   hamil    yang   akan melahirkan anak pertamanya.

Keluarga merupakan       lingkungan      pertama    yang    dikenal    oleh    individu    dalam     proses sosialisasinya. Dukungan keluarga merupakan bantuan yang dapat diberikan kepadakeluarga    lain  berupa   barang,   jasa,  informasi   dan   nasehat,   yang   mana   membuat penerima   dukungan   akan   merasa   disayang,   dihargai,   dan   tentram    (Taylor,   1995). Rodi   dan   Salovey   (Smet,   1994)  mengungkapkan   bahwa   keluarga   dan   perkawinan adalah sumber dukungan sosial yang paling penting

Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Kelahiran Anak Pertama Pada Masa Triwulan Ketiga  Kecemasan   ibu   hamil   anak   pertama   masa   triwulan   ketiga   yaitu   perasaan atau   kondisi   psikologis   yang   tidak   menyenangkan   dikarenakan   adanya   perubahan fisiologis    yang   menyebabkan       ketidakstabilan    kondisi    psikologis,   serta   ditandai dengan      gejala-gejala    fisiologis   maupun     psikologis    dan    terjadi  saat   individu mengalami tekanan perasaan, frustasi, khawatir, serta ketakutan yang dialami wanita hamil yang akan melahirkan anak pertama dan usia kandungan pada triwulan ketiga yaitu tujuh sampai sembilan bulan. Kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga diukur dengan menggunakan skala kecemasan ibu hamil     yaitu  skala   yang    disusun   oleh   peneliti   yang   dibuat   berdasarkan     aspek emosional,   kognitif,   dan   fisiologis.   Semakin   tinggi   skor   skala   maka   semakin   tinggitingkat kecemasan ibu hamil menghadapi kelahiran anak pertama pada masa triwulan ketiga tersebut.

Zanden (2007) mengatakan bahwa menghadapi masa persalinan merupakan suatu   kondisi   konkrit   yang  mengancam   diri   ibu   hamil   yang  menyebabkan   perasaan tegang, kuatir, dan takut. Untuk itu, ibu hamil berusaha untuk dapat berhasil dalam menghadapi   situasi   tersebut   sebaik-baiknya   sampai   masa   persalinan   tiba.  Adanya perubahan   fisiologis   yang   menimbulkan   ketidakstabilan  kondisi   psikologis   selama hamil menumbuhkan kekhawatiran yang terus menerus dalam menghadapi kelahiran bayi   pada   wanita   hamil   pertama.   Perasaan   demikian   akan   terwujud   dalam   bentuk suatu   kecemasan.  Kecemasan   yang   diikuti   adanya   perasaan   bimbang,   ada   kalanya kurang disadari oleh yang bersangkutan sehingga bertahan lama dalam dirinya yang semakin   lama   akan   memiliki   frekuensi   dan   intensitas   yang   lebih   tinggi.   Perubahan emosi   tersebut   tidak   sama   pada   setiap   wanita   hamil.   Perbedaan   tersebut   tergantung pada kepribadian individu, tipe stres yang pernah dialami, dan dukungan emosi yang didapat dari wanita tersebut (Effendi & Tjahjono, 1999).

perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada wanita hamil meningkatkandependency   need.   Penelitian   tersebut       juga   menunjukan   kebutuhan   akan   perhatian yang    lebih   besar,   keinginan    memastikan      bahwa     bantuan    yang   dibutuhkan     telah tersedia,   dan   keinginan     akan   keterlibatan   teman    dan   keluarga.

Dukungan keluarga yang didapatkan calon ibu akan menimbulkan perasaan tenang,   sikap   positif   terhadap   diri   sendiri   dan   kehamilannya,   maka   diharapkan   ibu dapat menjaga kehamilannya dengan baik sampai saat persalinan. Dengan memiliki dukungan       keluarga     diharapkan     wanita     hamil    dapat   mempertahankan  kondisi kesehatan psikologisnya dan lebih mudah menerima perubahan fisik serta mengontrol gejolak emosi yang timbul. Dukungan keluarga terutama dukungan yang didapatkan dari suami akan menimbulkan ketenangan batin dan perasaan senang dalam diri isteri (Dagun, 1991).

Dukungan keluarga yang     tinggi   disebabkan      adanya     dukungan      emosional,     dukungan      insrumental, dukungan      informasional,     dan   penilaian    yang   baik   yang    diberikan   dari   keluarga kepada ibu hamil, yang mampu menumbuhkan terjalinnya hubungan yang baik antarakeluarga dan ibu hamil dan mencegah kecemasan yang timbul akibat perubahan fisik yang mempengaruhi kondisi psikologisnya. Wanita hamil dengan dukungan keluarga yang tinggi tidak akan mudah menilai situasi dengan kecemasan, karena wanita hamil dengan kondisi demikian tahu bahwa akan ada keluarganya yang membantu. Wanita hamil dengan dukungan keluarga yang tinggi akan mengubah respon terhadap sumber kecemasan   dan   pergi   kepada   keluarganya   untuk   mencurahkan   isi   hatinya.

dukungan    keluarga terhadap    kecemasan     ibu  hamil   menghadapi      kelahiran   anak   pertama   pada   masa triwulan ketiga yaitu sebesar15,4%. Hal ini menunjukan terdapat 84,6% variabel lain yang   mempengaruhi   timbulnya   kecemasan   menghadapi   kelahiran   bayi   pada   wanita hamil pertama. Kemungkinan variabel-variabel lain tersebut antara lain adalah status sosial   ekonomi    dan   dan  tingkat  pengetahuan     tentang  kehamilan.    Seorang    wanita hamil pertama yang belum mapan sosial ekonominya akan merasa kuatir, dan takut dalam memenuhi kebutuhan bayi   yang akan dilahirkan, dan sebaliknya. Kecemasan menghadapi      kelahiran    bayi  juga  dipengaruhi     oleh  tingkat   pengetahuan     tentang kehamilan.   Seorang   wanita   hamil   pertama     yang   mempunyai     pengetahuan   tentang kehamilan      dengan     baik   memungkinkan        dirinya   mampu      mengantisipasi     dan mempersiapkan diri untuk dapat mengatasi kecemasan dalam menghadapi kelahiran

dukungan      keluarga   tidak  eksplisit.  Sumber    dukungan     keluarga   yang   terdiri  dari suami,     orang   tua,  ataupun    keluarga

Dukungan kepada ibu hamil dan nifas

Wanita yang telah/belum dianugerahi anak disaat menginginkan hamil/dalam menghadapi kehamilan dan bersalin membutuhkan dukungan, diantaranya dari:

      Suami

      Keluarga

      Lingkungan

Dukungan suami

Dari penelitian kualitatif di indonesia diperoleh berbagai dukungan suami yang diharapkan isteri:

  • Suami sangat mendambakan bayi dalam kandungan isteri
  • Suami senang mendapatkan keturunan
  • Suami menunjukkan kebahagiaan pada kehamilan ini
  • Suami memperhatikan kesehatan isteri, yakni menanyakan keadaan isteri/janin yang dikandung
  • Suami mengantar dan atau menemani isteri memeriksa kandungannya
  • Suami tidak menyakiti isteri
  • Suami menghibur/menenangkan ketika ada masalah yang dihadapi isteri
  • Suami menasihati agar isteri tidak terlalu lelah bekerja di rumah atau di tempat kerja
  • Suami membantu tuga sisteri
  • Suami berdo’a untuk kesehatan atau keselamatan isteri dan anaknya
  • Suami menunggu ketika isteri melahirkan
  • Suami menunggu ketika isteri di operasi

Diperoleh atau tidak diperolehnya dukungan suami tergantung pada:

  • Keintiman hubungan
  • Adanya komunikasi yang bermakna
  • Adanya masalah atau kekhawatiran dalam biaya

Dukungan keluarga

  • Ayah-ibu kandung, maupun mertua sangat mebndukung kehamilan ini
  • Ayah-ibu kandung, maupun mertua sering berkunjung dalam periode ini
  • Seluruh keluarga berdo’a untuk keselamatan ibu dan bayi
  • Walaupun ayah-ibu kandung, maupun mertua ada di daerah lain, sangat didambakan dukungan melalui telepon, surat atau pun do’a dari jauh
  • Selain itu, ritual tradisional dalam periode ini seperti upacara 7 bulanan pada beberapa orang, mempunyai arti tersendiri yang tidak boleh diabaikan

Dukungan lingkungan

  • Diperoleh dari ibu-ibu pengajian/perkumpulan/kegiatan yang ebrhubungan dengan keagamaan/sosial dalam bentuk doa bersama untuk kesehatan ibu hamil dan bayinya
  • Membicarakan/menceritakan/menasihati tentang pengalaman hamil dan melahirkan
  • Ada diantara mereka yang mau mengantarkan ibu hamil untuk periksa
  • Menunggu ketika melahirkan
  • Mereka dapat menjadi seperti saudara bagi ibu hamil dan nifas

Rasa aman dan nyaman selama kehamilan dan pasca bersalin

  • Tingkat kemudahan dan kepuasan pada seseorang yang berubah menjadi orang tua terutama bergantung kepada keberhasilan emreka dalam mengartikan dan menerima hubungan antar anggota keluarga
  • Apabila mereka telah mampu memandang satu sama lain sebagaimana adanya (dan bukan sebagai apa yang diinginkan) dan dapat saling menerima perbedaan dalam nilai dan tingkah laku
  • Dapat bekerja sama untuk membangun dasar kekuatan yang fleksibel untuk keduanya
  • Dapat mengembangkan standar yang memungkinkan keduanya saling mengerti

sumber:diktat kuliah

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gede.1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta.

Mochtar, Rustam. 1998, Sinopsis Obstetri, Jilid I, EGC Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: