Berita

Obama Batal Datang, Latihan Jalan Terus

DENPASAR – Meski Presiden Amerika Serikat Barack Obama menunda perjalanannya ke Indonesia hingga Juni mendatang, namun latihan bersama untuk pengamanan Obama yang digelar Polda Bali jalan terus.

Dalam simulasi gladi kotor penanggulangan terhadap ancaman teroris digelar di Kuta, pukul 08.00 Wita, mendapat pemantauan langsung Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna. Sempat terjadi beberapa kesalahan teknis sehingga harus diulang-ulang sampai benar-benar sesuai yang diskenariokan.

“Ini kegiatan rutin guna meningkatkan kemampuan para personel dalam menghadapi ancaman terorisme,” ujar Kapolda Bali Irjen Sutisna didampingi Kabid Humas Kombes Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, Jumat (19/3/2010).

Menurut Kapolda, karena ancaman teroris bisa datang sewaktu-waktu sehingga menuntut kesiapsiagaan pihak kepolisian. Terlebih Bali sebagai daerah tujuan Pariwisata Internasional tentunya diperlukan upaya pengamanan untuk bisa menangkal aksi terorisme.

Kapolda menambahkan meski pihaknya telah mendengar kabar penundaan kunjungan Obama namun latihan bersama dengan TNI tetap digelar. “Tetap kami gelar sebab ini sudah menjadi agenda rutin untuk latihan bersama TNI,” katanya.

Terkait penundaan kunjungan Obama, sejauh ini, Kapolda baru sebatas mendapat informasi termasuk dari pemberitaan media. Hanya saja, sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi perihal penundaan kunjungan Obama ke Bali.

Dalam gladi kotor tersebut, dilaksanakan untuk internal Polri sedangkan untuk latihan bersama bakal digelar, besok Sabtu 20 Maret bersama aparat TNI. “Besok baru kami gabung dengan TNI untuk latihan bersama,” sebut Kabid Humas Polda Kombes Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra.

Terkait latihan bersama itu kata Sugianyar, dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan pengamanan secara umum di wilayah Bali, termasuk di dalamnya sebagai bentuk kesiapan jajaran TNI-Polri dalam pengamanan menjelang kunjungan Obama. “Latihan bersama ini, sebenarnya diagendakan bulan Desember tahun lalu, namun tertunda dan baru bisa dilaksanakan sekarang,” tambah Sugianyar.

Dalam latihan tersebut sejumlah pasukan Densus 88 Antiteror melakukan penyergapan di sarang persembunyian kelompok teroris di sekitar Kuta yang akan mengacaukan Bali.

Akhirnya, Kelompok teroris berhasil dilumpuhkan setelah sempat terjadi baku tembak mengakibatkan dua orang teroris tewas. Dalam pelatihan tersebut, Polda Bali bakal menerjunkan 363 personel yang berasal dari berbagai kesatuan seperti Densus 88, Samapta, Reskrim, Intel, Lalu lintas.

anna eka

Pendarahan Pada Kehamilan

Pendarahan merupakan salah satu kejadian yang menakutkan selama kehamilan. Pendarahan dapat bervariasi mulai dari jumlah yang sangat kecil (bintik-bintik), sampai pendarahan hebat dengan gumpalan dan kram perut.

Pendarahan pada awal kehamilan tidak selalu normal. Walaupun hampir 30% Ibu hamil mengalaminya. Separuh dari wanita yang mengalami pendarahan pada awal kehamilan dapat tetap meneruskan kehamilannya dan melahirkan bayi yang sehat. Walaupun bercak pendarahan pada trimester pertama kehamilan adalah hal yang tidak terlalu aneh, namun sebaiknya Anda memberitahukan hal ini kepada dokter, sehingga dokter dapat memonitor dan mengantisipasi komplikasi kehamilan lainnya.

Pendarahan dalam jumlah yang sangat sedikit / bintik-bintik pada awal kehamilan pada awal kehamilan bisa merupakan hal normal, disebut sebagai pendarahan karena implantasi embrio pada dinding rahim yang menyebabkan dinding rahim melepaskan sejumlah kecil darah. Umumnya terjadi sekitar kehamilan minggu ke-7 dan ke-9, yang terjadi selama satu hingga dua hari.

Banyak wanita yang juga mendapat bintik atau bercak pendarahan setelah berhubungan seksual, mengangkat barang yang berat, atau karena aktivitas yang berlebihan. Hal ini dikarenakan servik mengandung lebih banyak pembuluh darah. Sementara saat kehamilan, terjadi pelebaran pembuluh darah. Batasilah aktivitas yang dilakukan sampai bercak pendarahan tersebut hilang.

Pendarahan atau bercak darah selama trimester pertama kehamilan juga merupakan tanda akan ancaman keguguran. Ada 2 hal medis yang harus dipertimbangkan ketika terjadi pendarahan pada trimester pertama, yaitu:
1. Keguguran
Ada kemungkinan mengalami keguguran jika terjadi pendarahan hebat (lebih dari 1 gelas), yang biasanya disertai kram perut, keluarnya bekuan darah atau jaringan fetus.
2. Kehamilan ektopik
Gejalanya adalah pendarahan vagina disertai sakit perut bagian bawah pada satu sisi.
Hubungi dokter Anda segera jika terjadi banyak pendarahan , kram yang hebat, sakit perut bagian bawah secara terus menerus, atau timbul demam. Semua gejala ini dapat menjadi tanda terjadinya keguguran atau kehamilan ektopik. Umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan doppler untuk mendengarkan detak jantung janin / USG.

Sumber: Rahasia Kehamilan, R. Prima Dewi

PENDIDIKAN SEKS, GAGAL CEGAH KEHAMILAN REMAJA
Pendidikan seks tidak mengurangi tingkat kehamilan remaja atau meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi. Demikian menurut dua penelitian berbeda yang dilakukan di Kanada dan Inggris.
Seperti dikemukakan peneliti Kanada, program pendidikan seks gagal untuk menahan tingkat hubungan seks, gagal untuk meningkatkan pemakaian alat pelindung kehamilan ataupun mengurangi tingkat kehamilan remaja.

Hal yang serupa juga dikemukakan peneliti Skotlandia. Menurutnya, pendidikan seks memang meningkatkan kualitas hubungan antara anak muda dan juga pengetahuan seks yang sehat. Tetapi pendidikan seks tetap tidak berpengaruh terhadap tingkat penggunaan alat kontrasepsi.

Sementara Asosiasi Perencanaan Keluarga Inggris mengatakan bahwa pendidikan seks hanyalah satu faktor untuk mengurangi kehamilan remaja tetapi keberhasilan inisiatif ini memerlukan pendekatan yang lebih luas lagi.

Para peneliti Kanada meninjau kembali 31 ujicoba pada remaja berusia 11 sampai 18 tahun dengan mengevaluasi kelas pendidikan seks, program pemantangan, klinik perencanaan keluarga dan program kemasyarakatan.

Dalam lima dari ujicoba itu — empat program pemantangan dan program seks di sekolah — peningkatan kehamilan di kalangan pasangan para pria yang terlibat diperiksa.

Penulis penelitian ini dari Universitas McMaster di Hamilton, Ontario, Kanada mengatakan bahwa masih belum jelas solusi untuk mengurangi tingkat kehamilan.

Dalam British Medical Journal, mereka mengatakan bahwa pendidikan seks sebaiknya dimulai secepat mungkin, selagi anak masih sangat muda, misalnya usia lima tahun.

Selain itu mereka menambahkan bahwa alasan sosial untuk kehamilan remaja ini perlu diselidiki lebih lanjut, para orang dewasa perlu dilibatkan untuk merancang program pendidikan seks dan negara seperti Belanda yang angka kehamilan remajanya rendah perlu dikaji.

Sementara peneliti Skotlandia membandingkan program pendidikan yang disebut SHARE yang melibatkan anak usia 13 sampai 15 tahun dengan pendidikan seks konvensional. Dalam hal ini melibatkan 25 sekolah SMP dengan 5.854 murid yang ditanya sebelum dan setelah diberikan skim. Para remaja memilih skim SHARE. Mereka yang terlibat dalam program hanya sedikit yang menolak hubungan seks pertama dengan pasangan mereka yang mengajaknya. Menurut mereka, pengetahuan seks yang sehat telah mereka tingkatkan. Tetapi tidak ada perbedaan antara kelompok SHARE dan mereka yang mendapat pendidikan seks konvensional dalam masalah aktivits seks atau pemakaian kontrasepsi pada usia 16 tahun.

Dr Daniel Wight dari Medical Research Council’s Social and Public Health Sciences Unit dari Universitas Glasgow mengatakan, “Salah satu yang membuat kita terkejut terhadap penelitian ini adalah mayoritas yang melakukan hubungan seks menggunakan kontrasepsi dan kondom secara bertanggung jawab. Mungkin itu karena pendidikan seks yang konvensional.”

Apa yang dibuktikan dalam penelitian ini adalah betapa sulitnya mengubah perilaku minoritas. “Sangat berbahaya untuk menyimpulkan bahwa pendidikan seks tidak berguna. Sebaiknya, mungkin perlu menjangkau sejauh mana pendidikan seks seperti ini bisa mencakup,” katanya menambahkan.

• Sumber: Satumed

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan
Oleh redaksi pada Sen, 12/10/2007 – 17:01.
• Artikel
Ada tiga faktor yang mempengaruhi kehamilan, yaitu faktor fisik, faktor psikologis dan faktor sosial budaya dan ekonomi.
Faktor fisik seorang ibu hamil dipengaruhi oleh status kesehatan dan status gizi ibu tersebut. Status kesehatan dapat diketahui dengan memeriksakan diri dan kehamilannya ke pelayanan kesehatan terdekat, puskesmas, rumah bersalin, atau poliklinik kebidanan. Adapun tujuan dari pemeriksaan kehamilan yang disebut dengan Ante Natal Care (ANC) tersebut adalah :
• Memantau kemajuan kehamilan. Dengan demikian kesehatan ibu dan janin pun dapat dipastikan keadaannya.
• Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu, karena dalam melakukan pemeriksaan kehamilan, petugas kesehatan (bidan atau dokter) akan selalu memberikan saran dan informasi yang sangat berguna bagi ibu dan janinnya
• Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan dengan melakukan pemeriksaan pada ibu hamil dan janinnya
• Mempersiapkan ibu agar dapat melahirkan dengan selamat. Dengan mengenali kelainan secara dini, memberikan informasi yang tepat tentang kehamilan dan persalinan pada ibu hamil, maka persalinan diharapkan dapat berjalan dengan lancar, seperti yang diharapkan semua pihak
• Mempersiapkan agar masa nifas berjalan normal. Jika kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan lancar, maka diharapkan masa nifas pun dapar berjalan dengan lancar
• Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima bayi. Bahwa salah satu faktor kesiapan dalam menerima bayi adalah jika ibu dalam keadaan sehat setelah melahirkan tanpa kekurangan suatu apa pun
Karena manfaat memeriksakan kehamilan sangat besar, maka dianjurkan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan terdekat.
Selain itu status gizi ibu hamil juga merupakan hal yang sangat berpengaruh selama masa kehamilan. Kekurangan gizi tentu saja akan menyebabkan akibat yang buruk bagi si ibu dan janinnya. Ibu dapat menderita anemia, sehingga suplai darah yang mengantarkan oksigen dan makanan pada janinnya akan terhambat, sehingga janin akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Di lain pihak kelebihan gizi pun ternyata dapat berdampak yang tidak baik juga terhadap ibu dan janin. Janin akan tumbuh besar melebihi berat normal, sehingga ibu akan kesulitan saat proses persalinan.
Yang harus diperhatikan adalah ibu hamil harus banyak mengkonsumsi makanan kaya serat, protein (tidak harus selalu protein hewani seperti daging atau ikan, protein nabati seperti tahu, tempe sangat baik untuk dikonsumsi) banyak minum air putih dan mengurangi garam atau makanan yang terlalu asin.

Faktor Psikologis yang turut mempengaruhi kehamilan biasanya terdiri dari :
Stressor. Stress yang terjadi pada ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Janin dapat mengalami keterhambatan perkembangan atau gangguan emosi saat lahir nanti jika stress pada ibu tidak tertangani dengan baik.
Dukungan keluarga juga merupakan andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal, maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan, persalinan dan masa nifas.
Yang terakhir adalah Faktor lingkungan sosial, budaya dan ekonomi. Faktor ini mempengaruhi kehamilan dari segi gaya hidup, adat istiadat, fasilitas kesehatan dan tentu saja ekonomi. Gaya hidup sehat adalah gaya hidup yang digunakan ibu hamil. Seorang ibu hamil sebaiknya tidak merokok, bahkan kalau perlu selalu menghindari asap rokok, kapan dan dimana pun ia berada. Perilaku makan juga harus diperhatikan, terutama yang berhubungan dengan adat istiadat. Jika ada makanan yang dipantang adat padahal baik untuk gizi ibu hamil, maka sebaiknya tetap dikonsumsi. Demikian juga sebaliknya. Yang tak kalah penting adalah personal hygiene. Ibu hamil harus selalu menjaga kebersihan dirinya, mengganti pakaian dalamnya setiap kali terasa lembab, menggunakan bra yang menunjang payudara, dan pakaian yang menyerap keringat.
Ekonomi juga selalu menjadi faktor penentu dalam proses kehamilan yang sehat. Keluarga dengan ekonomi yang cukup dapat memeriksakan kehamilannya secara rutin, merencanakan persalinan di tenaga kesehatan dan melakukan persiapan lainnya dengan baik. Namun dengan adanya perencanaan yang baik sejak awal, membuat tabungan bersalin, maka kehamilan dan proses persalinan dapat berjalan dengan baik.
Yang patut diperhatikan adalah bahwa kehamilan bukanlah suatu keadaan patologis yang berbahaya. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang akan dialami oleh wanita usia subur yang telah berhubungan seksual. Dengan demikian kehamilan harus disambut dan dipersiapkan sedemikian rupa agar dapat dilalui dengan aman.
Kesrepro copyright @ 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: